Belakangan ini, persoalan desil menarik perhatian masyarakat. Terutama, masyarakat memperhatikan penentuan penerima bantuan sosial. Sejumlah warga mengaku masih mengalami kesulitan ekonomi. Namun, pemerintah mencatat mereka dalam kelompok desil lebih tinggi.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan tentang ketepatan data. Pemerintah menggunakan data tersebut untuk menentukan penerima bantuan sosial.
Sebagian warga merasa data belum mencerminkan kehidupannya. Akibatnya, muncul persoalan mengenai keadilan penyaluran bantuan.
Desil membagi masyarakat menjadi sepuluh kelompok kesejahteraan. Pengelompokan tersebut dimulai dari tingkat terendah hingga tertinggi. Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial