Liputan6.com, Kinshasa - Jumlah korban tewas akibat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) telah melampaui 5.000 orang. Data pemerintah yang diumumkan pada Jumat menunjukkan, otoritas setempat masih belum menemukan cara untuk mengendalikan wabah paling mematikan dalam sejarah negara tersebut.
Dikutip dari Al Jazeera, Minggu (1/11/2026), sejak wabah dinyatakan pada Mei, Ebola telah menginfeksi lebih dari 10.000 orang di DRC.
Wabah yang masih berlangsung ini disebabkan oleh strain Bundibugyo, salah satu jenis virus Ebola yang langka. Hingga kini, belum ada