Menghadapi krisis iklim tidak cukup hanya dengan meningkatkan kesadaran. Perubahan membutuhkan keterlibatan masyarakat, kerja bersama lintas agama, serta kemampuan mengubah kepedulian menjadi tindakan nyata.
Berbagai komunitas menunjukkan bahwa upaya merawat lingkungan dapat dimulai dari persoalan sehari-hari. Mulai dari pengelolaan sampah hingga pengembangan usaha ramah lingkungan dan advokasi kebijakan.
Semangat tersebut mengemuka dalam SMILE: Learning and Shaping the Future—Pembelajaran dan Masa Depan Anak Muda untuk Keadilan Iklim.
Agenda ini diselenggarakan Eco Bhinneka Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (29/10/2026).