Berhenti Meracuni Rakyat!
LAGI dan lagi. Kalimat itu sudah hampir menjadi mantra pahit di negeri ini. Berulang kali berita tentang siswa, santri, dan guru yang keracunan massal setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) memenuhi layar. Awal September 2026 saja, dalam rentang tiga hari, hampir dua ribu orang terdampak di Sidoarjo, Rembang, Agam, Tana Toraja, Jombang, dan daerah lain...
LAGI dan lagi. Kalimat itu sudah hampir menjadi mantra pahit di negeri ini. Berulang kali berita tentang siswa, santri, dan guru yang keracunan massal setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) memenuhi layar.
Awal September 2026 saja, dalam rentang tiga hari, hampir dua ribu orang terdampak di Sidoarjo, Rembang, Agam, Tana Toraja, Jombang, dan daerah lain.
Gejalanya klasik, mulai dari mual, muntah, diare, pusing, lemas, hingga dehidrasi yang memaksa ratusan orang dirawat di rumah sakit dan puskesmas.
Ini bukan lagi insiden sporadis. Ini pola. Menurut pemantauan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), sejak program ini berjalan pada 2025 hingga awal September 2026,