Kurator Berita YPWIK 31 Agustus 2026 01:34 WITA online: 0
Tentang Hubungi Kami Download Aplikasi dan Bagikan Resume Berita
BNNews Berita Nusantara
Semua Wahdah Agama Pendidikan Tekno Olahraga Ekonomi Kesehatan Nasional Berita Daerah Gaya Hidup Luar Negeri
Kategori
Agama 817 Pendidikan 417 Tekno 617 Olahraga 1394 Ekonomi 3039 Kesehatan 433 Nasional 4727 Berita Daerah 633 Gaya Hidup 69 Luar Negeri 731 Mode Ringan / Cepat Resume
Ringan
Ketua DPR koordinasi dengan Kemlu soal dampak karhutla
BN
Ketua DPR koordinasi dengan Kemlu soal dampak karhutla

Ketua DPR koordinasi dengan Kemlu soal dampak karhutla

27 Agustus 2026 16:09 Antara - Terkini Luar Negeri

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR Puan Maharani mengatakan bakal berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri ihwal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan yang berdampak hingga ke negara-negara tetangga. “Saya akan...

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR Puan Maharani mengatakan bakal berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri ihwal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan yang berdampak hingga ke negara-negara tetangga.

“Saya akan koordinasikan, meminta kepada kementerian, khususnya Kementerian Luar Negeri, untuk bisa melakukan komunikasi yang efektif dan baik untuk bisa memberikan masukan atau koordinasi terkait dengan hal ini,” kata dia di Jakarta, Kamis.

Menurut Puan, pemerintah sudah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi karhutla. Namun, DPR tetap mendorong pemerintah untuk terus mengupayakan langkah yang lebih efektif agar seluruh titik api dapat segera dipadamkan.

Selain itu, dia mengingatkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Eks PM Malaysia Ismail Sabri Ketahuan Berbohong Soal Laporan Harta
BN
Eks PM Malaysia Ismail Sabri Ketahuan Berbohong Soal Laporan Harta

Eks PM Malaysia Ismail Sabri Ketahuan Berbohong Soal Laporan Harta

27 Agustus 2026 16:07 BeritaSatu - Internasional Luar Negeri

Kuala Lumpur, Beritasatu.com – Mantan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob didakwa tidak melaporkan asetnya sesuai ketentuan undang-undang antikorupsi Malaysia. Ismail Sabri yang berusia 66 tahun mengaku tidak bersalah dan...

Kuala Lumpur, Beritasatu.com – Mantan Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob didakwa tidak melaporkan asetnya sesuai ketentuan undang-undang antikorupsi Malaysia.

Ismail Sabri yang berusia 66 tahun mengaku tidak bersalah dan meminta kasusnya disidangkan setelah dakwaan berdasarkan Pasal 36(2) Undang-Undang Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) dibacakan di Pengadilan Sesi Kuala Lumpur pada Kamis (27/8/2026).

Menurut kantor berita nasional Bernama serta media lokal The Edge dan Free Malaysia Today, Ismail Sabri didakwa tidak melaporkan aset berupa uang tunai dalam mata uang lokal dan sembilan mata uang asing dengan nilai hampir US$ 40 juta, serta lima batang emas Suisse Fine, satu batang perak Suisse

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Update Banjir Nepal-China: 160 Orang Tewas, 1.300 Hilang termasuk 500 Turis Asing
BN
Update Banjir Nepal-China: 160 Orang Tewas, 1.300 Hilang termasuk 500 Turis Asing

Update Banjir Nepal-China: 160 Orang Tewas, 1.300 Hilang termasuk 500 Turis Asing

27 Agustus 2026 16:06 iNews - Internasional Luar Negeri

KATHMAMNDU, iNews.id - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di Nepal-China, Rabu (26/8/2026), bertambah menjadi sedikitnya 160 orang. Korban hilang juga melonjak drastis menjadi 1.300 orang lebih, sekitar 500 di antar...

KATHMAMNDU, iNews.id - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyat di Nepal-China, Rabu (26/8/2026), bertambah menjadi sedikitnya 160 orang. Korban hilang juga melonjak drastis menjadi 1.300 orang lebih, sekitar 500 di antaranya adalah turis asing.

Fakta tersebut menunjukkan besarnya skala bencana yang terjadi di pegunungan Himalaya, perbatasan Nepal dan wilayah otonomi Tibet, China, tersebut.

 

Dikutip dari CNN, informasi resmi terkini dari otoritas Nepal, 826 orang dinyatakan hilang. Berdasarkan pendataan sebelumnya, setidaknya 300 orang di antaranya merupakan warga asing. Sementara di China, berdasarkan keterangan otoritas setempat, setidaknya 558 orang hilang.

Dengan demikian, total jumlah orang yang hilang di kedua negara mencapai

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Penampakan via Satelit Usai Banjir Bandang Terjang Nepal-Tibet
BN
Penampakan via Satelit Usai Banjir Bandang Terjang Nepal-Tibet

Penampakan via Satelit Usai Banjir Bandang Terjang Nepal-Tibet

27 Agustus 2026 16:05 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Satelit menangkap gambar sebelum dan sesudah banjir bandang yang menyebabkan kerusakan parah di Nepal pada Rabu (26/8).

Satelit menangkap gambar sebelum dan sesudah banjir bandang yang menyebabkan kerusakan parah di Nepal pada Rabu (26/8).

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Terjebak Banjir Bandang Nepal, Nasib 80 Peziarah Hindu Masih Misteri
BN
Terjebak Banjir Bandang Nepal, Nasib 80 Peziarah Hindu Masih Misteri

Terjebak Banjir Bandang Nepal, Nasib 80 Peziarah Hindu Masih Misteri

27 Agustus 2026 16:00 Liputan6 - Global Luar Negeri

Liputan6.com, Kathmandu - Banjir bandang dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal-Tibet menyebabkan puluhan jemaah Hindu dari berbagai negara dilaporkan hilang. Mereka disebut tengah melakukan perjalanan ziarah ke kawasan G...

Liputan6.com, Kathmandu - Banjir bandang dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal-Tibet menyebabkan puluhan jemaah Hindu dari berbagai negara dilaporkan hilang. Mereka disebut tengah melakukan perjalanan ziarah ke kawasan Gunung Kailash di Tibet ketika bencana terjadi.

Dikutip dari The Guardian, Kamis (27/8/2026) pemimpin spiritual Hindu asal India, Sadhguru atau Jagdish Vasudev, menyampaikan kabar tersebut melalui sebuah video emosional yang diunggah di akun media sosialnya. Sadhguru diketahui memiliki jutaan pengikut.

Dalam pernyataannya, Sadhguru mengatakan 80 jemaah berada di kantor imigrasi perbatasan Nepal-China ketika banjir menerjang pada Rabu.

Ia juga mengunggah rekaman kamera pengawas dari sisi China yang memperlihatkan dahsyatnya bencana. Dalam video

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Bos CIA ke Rusia, Wanti-wanti Tidak Serang Negara NATO!
BN
Bos CIA ke Rusia, Wanti-wanti Tidak Serang Negara NATO!

Bos CIA ke Rusia, Wanti-wanti Tidak Serang Negara NATO!

27 Agustus 2026 16:00 DetikNews - Internasional Luar Negeri

Direktur CIA John Ratcliffe melakukan kunjungan yang sangat tidak biasa ke Moskow, Rusia pekan ini. Kunjungan itu dilaporkan bertujuan untuk memperingatkan Rusia agar tidak menyerang negara-negara anggota NATO. Demikian dilaporkan...

Direktur CIA John Ratcliffe melakukan kunjungan yang sangat tidak biasa ke Moskow, Rusia pekan ini. Kunjungan itu dilaporkan bertujuan untuk memperingatkan Rusia agar tidak menyerang negara-negara anggota NATO.

Demikian dilaporkan media-media AS pada hari Rabu (26/8) waktu setempat, setelah Presiden Donald Trump berusaha untuk mengecilkan arti kunjungan bos CIA tersebut.

Wall Street Journal dan CBS News melaporkan bahwa Direktur CIA bermaksud untuk mencegah Rusia menyerang anggota NATO, di tengah penilaian intelijen AS bahwa Moskow dapat berupaya menguji aliansi tersebut.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Detik-detik Mencekam Banjir Bandang Sapu Perbatasan China-Nepal, Rekaman CCTV Warga Berhamburan Viral
BN
Detik-detik Mencekam Banjir Bandang Sapu Perbatasan China-Nepal, Rekaman CCTV Warga Berhamburan Viral

Detik-detik Mencekam Banjir Bandang Sapu Perbatasan China-Nepal, Rekaman CCTV Warga Berhamburan Viral

27 Agustus 2026 15:57 TVOneNews Luar Negeri

Kathmandu, tvOnenews.com - Sejumlah rekaman CCTV memperlihatkan detik-detik banjir bandang menyapu wilayah di perbatasan antara Nepal dan China viral di media sosial. Video yang beredar menunjukkan ratusan warga berhamburan dan be...

Kathmandu, tvOnenews.com - Sejumlah rekaman CCTV memperlihatkan detik-detik banjir bandang menyapu wilayah di perbatasan antara Nepal dan China viral di media sosial. Video yang beredar menunjukkan ratusan warga berhamburan dan berusaha melarikan diri.

Ketinggian gelombang air banjir bandang di perbatasan China-Nepal diperkirakan mencapai 39 hingga 48 meter atau setara 130-160 kaki. Banjir bandang super besar itu pun menghancurkan gedung-gedung dan menyebabkan ratusan orang tewas.

Dilansir tvOnenews.com dari Reuters, Kamis (27/8/2026), sebuah rekaman CCTV dari ketinggian di wilayah Gyirong memperlihatkan ratusan orang berhamburan. Mereka berusaha menyelamatkan diri saat gelombang air banjir besar menghancurkan gedung di lintas batas antara China dan Nepal.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Mladenov: Runtuhnya gencatan senjata bisa picu eskalasi Jalur Gaza
BN
Mladenov: Runtuhnya gencatan senjata bisa picu eskalasi Jalur Gaza

Mladenov: Runtuhnya gencatan senjata bisa picu eskalasi Jalur Gaza

27 Agustus 2026 15:53 Antara - Terkini Luar Negeri

PBB (ANTARA) - Kegagalan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, yang saat ini berlaku di Jalur Gaza akan menjadi “titik tanpa kembali”, kata Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace) Nickolay Mladenov, Rabu (26/8). “J...

PBB (ANTARA) - Kegagalan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, yang saat ini berlaku di Jalur Gaza akan menjadi “titik tanpa kembali”, kata Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace) Nickolay Mladenov, Rabu (26/8).

“Jika gencatan senjata runtuh dan Jalur Gaza kembali terjerumus ke dalam eskalasi besar-besaran, tidak akan ada peta jalan untuk kembali, tidak akan ada pemerintahan yang dapat dikerahkan, dan tidak akan ada lagi yang tersisa di lapangan untuk dibangun kembali,” kata Mladenov kepada Dewan Keamanan PBB.

“Itu bukan sekadar kemunduran. Itu akan menjadi titik tanpa kembali bagi semua pihak.”

Pada 9 Oktober 2025, Israel dan Hamas, melalui

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Teheran: AS kehabisan opsi sanksi baru terhadap Iran
BN
Teheran: AS kehabisan opsi sanksi baru terhadap Iran

Teheran: AS kehabisan opsi sanksi baru terhadap Iran

27 Agustus 2026 15:48 Antara - Terkini Luar Negeri

Teheran (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan begitu banyak sanksi terhadap Iran sehingga tidak jelas lagi apa yang masih dapat mereka batasi, kata juru bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parleme...

Teheran (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan begitu banyak sanksi terhadap Iran sehingga tidak jelas lagi apa yang masih dapat mereka batasi, kata juru bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Hassan Ghashghavi, kepada RIA Novosti.

"Seluruh dunia kini bertanya-tanya, apakah masih ada sesuatu yang belum dikenai sanksi oleh AS dan apa lagi yang akan mereka batasi?" kata Ghashghavi.

Ghashghavi juga menanggapi pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang mengatakan bahwa penerapan segera sanksi sekunder terhadap mitra dagang Iran berisiko menyebabkan keruntuhan sistem keuangan global.

"Semua orang telah mendengar pernyataan yang bertentangan dari Menteri Keuangan AS...

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
165 Orang Tewas & 1.384 Hilang Imbas Banjir Bandang di Nepal-Tibet
BN
165 Orang Tewas & 1.384 Hilang Imbas Banjir Bandang di Nepal-Tibet

165 Orang Tewas & 1.384 Hilang Imbas Banjir Bandang di Nepal-Tibet

27 Agustus 2026 15:35 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Sebanyak 165 orang tewas dan 1.384 lainnya termasuk turis hilang imbas banjir bandang dan longsor yang menerjang wilayah Nepal dan Tibet, wilayah otonomi China, pada Rabu (26/8). Badan Bencana Nepal melaporkan 826 orang belum bisa...

Sebanyak 165 orang tewas dan 1.384 lainnya termasuk turis hilang imbas banjir bandang dan longsor yang menerjang wilayah Nepal dan Tibet, wilayah otonomi China, pada Rabu (26/8).

Badan Bencana Nepal melaporkan 826 orang belum bisa dihubungi hingga Kamis, lebih dari 24 jam setelah bencana. Dari jumlah tersebut, 600 di antaranya turis asing, demikian dikutip The Guardian.

Di antara mereka yang belum ditemukan terdapat 177 warga India, 63 warga Amerika Serikat, 34 Australia, 33 Inggris, dan 25 Kanada.

Menurut pemerintah China sebanyak 558 hilang di sisi perbatasan Tibet. Dari jumlah ini, 260 di antaranya warga asing. Jika diakumulasikan, angka dari pihak

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
AS Akan Pasok Korsel dengan Rudal Taktis, Korut Marah!
BN
AS Akan Pasok Korsel dengan Rudal Taktis, Korut Marah!

AS Akan Pasok Korsel dengan Rudal Taktis, Korut Marah!

27 Agustus 2026 15:31 DetikNews - Internasional Luar Negeri

Pemerintah Korea Utara (Korut) marah dan mengutuk rencana Amerika Serikat untuk memasok Korea Selatan dengan rudal taktis dan mendanai proyek pemantauan hak asasi manusia. Korut bersumpah akan memberikan "tanggapan keras" terhadap...

Pemerintah Korea Utara (Korut) marah dan mengutuk rencana Amerika Serikat untuk memasok Korea Selatan dengan rudal taktis dan mendanai proyek pemantauan hak asasi manusia. Korut bersumpah akan memberikan "tanggapan keras" terhadap apa yang digambarkan Pyongyang sebagai permusuhan Washington terhadapnya.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa mereka telah menyetujui kemungkinan penjualan rudal AIM-9X Sidewinder Block II dan peralatan terkait ke Korea Selatan, dengan perkiraan total biaya US$125 juta.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah Korut, KCNA, mengatakan bahwa "kita tidak dapat mengabaikan dampak buruk dari penjualan senjata AS ke Korea Selatan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Ketua ICC Warga Jepang, Lawan Sanksi AS: Keadilan Harus Menang
BN
Ketua ICC Warga Jepang, Lawan Sanksi AS: Keadilan Harus Menang

Ketua ICC Warga Jepang, Lawan Sanksi AS: Keadilan Harus Menang

27 Agustus 2026 15:31 Tribunnews - Terkurasi Luar Negeri

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Ketua Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Tomoko Akane, menegaskan lembaganya tidak akan menyerah menghadapi tekanan dan sanksi yang dijatuhka...

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Ketua Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Tomoko Akane, menegaskan lembaganya tidak akan menyerah menghadapi tekanan dan sanksi yang dijatuhkan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Akane menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers daring pada Rabu, 26 Agustus 2026.

“ICC tidak akan pernah kalah. Keadilan selalu lebih unggul daripada hal-hal yang bertentangan dengannya. Tidak, keadilan harus lebih unggul,” kata Akane.

Ia kemudian menyampaikan keyakinan tersebut dalam bahasa Inggris, “Justice will and should prevail,” yang berarti keadilan akan dan harus menang.

Akane menegaskan akan tetap mempertahankan keyakinan tersebut dalam menghadapi tekanan terhadap ICC.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prev 1 ... 37 38 39 40 41 ... 61 Next

Berita Nusantara adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Pengunjung hari ini: 5

YPWIK@2026