Prof Mundakir: Pemimpin Muhammadiyah Harus Berani Bertransformasi dan Perkuat Kolaborasi
Pemimpin Muhammadiyah dituntut tidak sekadar mempertahankan pola kerja yang sudah berjalan, tetapi juga berani melakukan transformasi. Perubahan tersebut harus tetap berpijak pada integritas, kompetensi, kolaborasi, dan orientasi...
Pemimpin Muhammadiyah dituntut tidak sekadar mempertahankan pola kerja yang sudah berjalan, tetapi juga berani melakukan transformasi. Perubahan tersebut harus tetap berpijak pada integritas, kompetensi, kolaborasi, dan orientasi pada kemaslahatan umat.
Pesan itu disampaikan Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jawa Timur, Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQua, dalam Konsolidasi Organisasi PDM se-Balappan di Masjid Al-Qosim, Kampus Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo, Ahad (25/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari sejumlah daerah di kawasan Tapal Kuda, meliputi Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang, Kabupaten dan Kota Probolinggo, serta Kabupaten dan Kota Pasuruan.
Kepemimpinan di Tengah Perubahan Zaman
Prof. Mundakir menjelaskan, pemimpin