Huawei Berdarah-Darah, Kekuatan China Lawan AS Terancam
Jakarta, CNBC Indonesia - Huawei Technologies menghadapi tekanan finansial yang cukup berat di tengah ambisinya mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing sekaligus membentengi diri dari sanksi Amerika Serikat (AS). Raksas...
Jakarta, CNBC Indonesia - Huawei Technologies menghadapi tekanan finansial yang cukup berat di tengah ambisinya mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing sekaligus membentengi diri dari sanksi Amerika Serikat (AS). Raksasa teknologi asal China ini mencatat penurunan laba bersih hingga 36% pada semester I-2026.
Dihimpun dari Reuters, laba bersih Huawei selama periode Januari hingga Juni 2026 merosot ke angka 23,81 miliar yuan. Penurunan laba ini terjadi kendati roda pendapatan perusahaan masih menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 9,6% menjadi 467,82 miliar yuan.
Anjloknya profitabilitas Huawei dipicu oleh lonjakan biaya produksi yang melesat hingga 12,4%, melampaui laju pertumbuhan pendapatannya sendiri. Di sisi lain, Huawei juga