Kurator Berita YPWIK 4 September 2026 18:11 WITA online: 0
Tentang Hubungi Kami Download Aplikasi dan Bagikan Resume Berita
BNNews Berita Nusantara
Semua Wahdah Agama Pendidikan Tekno Olahraga Ekonomi Kesehatan Nasional Berita Daerah Gaya Hidup Luar Negeri
Kategori
Agama 705 Pendidikan 433 Tekno 644 Olahraga 1373 Ekonomi 3755 Kesehatan 461 Nasional 4822 Berita Daerah 630 Gaya Hidup 53 Luar Negeri 755 Mode Ringan / Cepat Resume
Ringan
Upgrade Fresh Graduate hingga Korban PHK, Triliunan Rupiah Disiapkan
BN
Upgrade Fresh Graduate hingga Korban PHK, Triliunan Rupiah Disiapkan

Upgrade Fresh Graduate hingga Korban PHK, Triliunan Rupiah Disiapkan

30 Agustus 2026 19:31 BeritaSatu - Ekonomi Ekonomi

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah memperkuat kompetensi tenaga kerja melalui sejumlah program, mulai dari pemagangan bagi lulusan baru atau fresh graduate, pendidikan vokasi bagi lulusan SMK, hingga pelatihan ulang atau retrain...

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah memperkuat kompetensi tenaga kerja melalui sejumlah program, mulai dari pemagangan bagi lulusan baru atau fresh graduate, pendidikan vokasi bagi lulusan SMK, hingga pelatihan ulang atau retraining untuk masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci memperkuat daya saing ekonomi nasional di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.

“Indonesia tumbuh sebetulnya dalam semester satu di 5,45% dan itu tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Indonesia juga berhasil menjaga pertumbuhan di atas 5% dalam 13 tahun terakhir, dan kemudian kita berhasil

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Penjaminan Polis Berlaku, Asuransi Tak Sehat Tak Bisa Ikut
BN
Penjaminan Polis Berlaku, Asuransi Tak Sehat Tak Bisa Ikut

Penjaminan Polis Berlaku, Asuransi Tak Sehat Tak Bisa Ikut

30 Agustus 2026 19:29 Liputan6 - Bisnis Ekonomi

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan perusahaan asuransi harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk dapat mengikuti program penjaminan polis. Tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) minimal...

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan perusahaan asuransi harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk dapat mengikuti program penjaminan polis. Tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) minimal 120%  menjadi salah satu indikator sebagai acuan. 

Ini diungkapkan Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono di Lombok, pekan ini.

Dia mengatakan, perusahaan asuransi yang belum memenuhi tingkat kesehatan yang dipersyaratkan tidak akan langsung masuk dalam Program Penjaminan Polis (PPP). Program Penjaminan Polis sendiri merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 4 Tahun 2026 di mana program ini paling lambat diselenggarakan pada Januari 2028.

"Kalau belum

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Kapan Saat Tepat Pakai Paylater?
BN
Kapan Saat Tepat Pakai Paylater?

Kapan Saat Tepat Pakai Paylater?

30 Agustus 2026 19:23 BeritaSatu - Ekonomi Ekonomi

Jakarta, Beritasatu.com – Layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater semakin banyak digunakan masyarakat sebagai alternatif pembayaran. Namun, kemudahan mendapatkan fasilitas tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola...

Jakarta, Beritasatu.com – Layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater semakin banyak digunakan masyarakat sebagai alternatif pembayaran. Namun, kemudahan mendapatkan fasilitas tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola utang agar tidak berubah menjadi beban keuangan.

Perencana keuangan Andhika Diskartes mengatakan penggunaan utang, termasuk paylater, harus disesuaikan dengan kemampuan seseorang dalam memenuhi kewajibannya. Menurut dia, fasilitas utang sebaiknya tidak digunakan tanpa perhitungan sejak awal.

“Sebagian besar paylater yang ada di Indonesia yang dikonsumsi oleh masyarakat itu tidak dihitung, tidak direncanakan sehingga tidak bisa dikembalikan. That's the problem. Itu problem utama,” ujar Andhika.

Dia menilai kemampuan membayar menjadi pertimbangan utama sebelum seseorang

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Paylater Bikin Harga Terasa Murah, Begini Penjelasan Ahli
BN
Paylater Bikin Harga Terasa Murah, Begini Penjelasan Ahli

Paylater Bikin Harga Terasa Murah, Begini Penjelasan Ahli

30 Agustus 2026 19:06 BeritaSatu - Ekonomi Ekonomi

Jakarta, Beritasatu.com – Penggunaan layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater dinilai tidak hanya mengubah kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi, tetapi juga dapat memengaruhi cara konsumen memandang harga barang dan utang...

Jakarta, Beritasatu.com – Penggunaan layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater dinilai tidak hanya mengubah kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi, tetapi juga dapat memengaruhi cara konsumen memandang harga barang dan utang.

Perencana keuangan Andhika Diskartes menjelaskan, pembayaran dengan sistem cicilan dapat membuat barang bernilai jutaan rupiah terasa lebih terjangkau. Kondisi tersebut terjadi karena perhatian konsumen dapat bergeser dari harga keseluruhan menjadi nominal yang harus dibayarkan setiap bulan.

Menurut Andhika, perubahan persepsi itu berkaitan dengan accounting bias, yakni kecenderungan seseorang memandang angka secara berbeda ketika nilai yang besar dipecah menjadi beberapa pembayaran dengan nominal lebih kecil.

“Misalnya beli produk. Apa produk

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Intip 'Jeroan' Sunway Medical Centre Sunway City, Ada Robotic Pharmacy
BN
Intip 'Jeroan' Sunway Medical Centre Sunway City, Ada Robotic Pharmacy

Intip 'Jeroan' Sunway Medical Centre Sunway City, Ada Robotic Pharmacy

30 Agustus 2026 19:05 CNBC Indonesia - News Ekonomi

Sunway Medical Centre Sunway City memiliki beragam fasilitas mumpuni dalam menunjang pelayanan kesehatan. Mereka pun memiliki instrumen berteknologi tinggi.

Sunway Medical Centre Sunway City memiliki beragam fasilitas mumpuni dalam menunjang pelayanan kesehatan. Mereka pun memiliki instrumen berteknologi tinggi.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Ekonom Sebut Tak Mudah Bikin Rupiah Menguat ke Depan
BN
Ekonom Sebut Tak Mudah Bikin Rupiah Menguat ke Depan

Ekonom Sebut Tak Mudah Bikin Rupiah Menguat ke Depan

30 Agustus 2026 19:00 DetikFinance Ekonomi

Komisi XI DPR RI telah menyetujui penetapan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Destry akan menggantikan posisi Perry Warjiyo yang mundur dari pucuk kepemimpinan BI sejak Juli lalu. Kini Destry tinggal menunggu...

Komisi XI DPR RI telah menyetujui penetapan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Destry akan menggantikan posisi Perry Warjiyo yang mundur dari pucuk kepemimpinan BI sejak Juli lalu.

Kini Destry tinggal menunggu pelantikan resminya saja sebagai orang nomor satu di Bank Indonesia.

Ekonom Senior Didik J Rachbini mengemukakan pandangannya terkait pemimpin baru BI apakah bisa mengubah posisi nilai tukar selama menjabat 5 tahun ke depan. Baginya, tugas tersebut tidak akan mudah dilakukan, bahkan ada kemungkinan tugas itu tak akan bisa dilakukan.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
AI Belum Jadi Alasan The Fed Turunkan Suku Bunga, Kevin Warsh Ubah Pandangan
BN
AI Belum Jadi Alasan The Fed Turunkan Suku Bunga, Kevin Warsh Ubah Pandangan

AI Belum Jadi Alasan The Fed Turunkan Suku Bunga, Kevin Warsh Ubah Pandangan

30 Agustus 2026 19:00 Kompas - Money Ekonomi

KOMPAS.com - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) belum menjadi dasar bagi bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), untuk menentukan arah kebijakan suku bunga. Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan bank sentral terus memantau perkembangan AI dan dampaknya terhadap perekonomian. Namun, hasil kajian sejauh ini be...

KOMPAS.com - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) belum menjadi dasar bagi bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), untuk menentukan arah kebijakan suku bunga.

Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan bank sentral terus memantau perkembangan AI dan dampaknya terhadap perekonomian. Namun, hasil kajian sejauh ini belum memengaruhi keputusan kebijakan moneter.

Dikutip dari CNBC, Minggu (30/8/2026), Warsh menyampaikan hal tersebut dalam pidatonya di Simposium Ekonomi Jackson Hole, Wyoming, Jumat (28/8/2026).

Menurut Warsh, satuan tugas The Fed yang mengkaji penggunaan AI dan pengaruh teknologi tersebut terhadap perekonomian telah memberikan hasil yang "menggembirakan".

Namun, hasil tersebut sejauh ini "tidak

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Tujuh Perusahaan Antre IPO di BEI, Sektor Kesehatan Mendominasi
BN
Tujuh Perusahaan Antre IPO di BEI, Sektor Kesehatan Mendominasi

Tujuh Perusahaan Antre IPO di BEI, Sektor Kesehatan Mendominasi

30 Agustus 2026 18:53 IDX Channel - Market News Ekonomi

IDXChannel - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat tujuh calon emiten yang saat ini berada dalam daftar antrean (pipeline) untuk menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Direktur Pe...

IDXChannel - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat tujuh calon emiten yang saat ini berada dalam daftar antrean (pipeline) untuk menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin memaparkan bahwa daftar calon emiten tersebut mencakup dua perusahaan dengan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar, dua perusahaan dengan aset skala menengah antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta tiga perusahaan dengan aset berskala besar di atas Rp250 miliar.

Ditinjau dari klasifikasi bisnisnya, antrean IPO tersebut didominasi oleh empat perusahaan dari sektor kesehatan, disusul satu perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, satu perusahaan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
GREAT Institute proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI di 5,3-5,6 persen
BN
GREAT Institute proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI di 5,3-5,6 persen

GREAT Institute proyeksikan pertumbuhan ekonomi RI di 5,3-5,6 persen

30 Agustus 2026 18:52 Antara - Terkini Ekonomi

Jakarta (ANTARA) - GREAT Institute menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 pada kisaran 5,3-5,6 persen. Peneliti Ekonomi GREAT Institute Adrian Nalendra Perwira mengatakan, proyeksi tersebut didukung ole...

Jakarta (ANTARA) - GREAT Institute menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 pada kisaran 5,3-5,6 persen.

Peneliti Ekonomi GREAT Institute Adrian Nalendra Perwira mengatakan, proyeksi tersebut didukung oleh ketahanan permintaan domestik, aktivitas dunia usaha yang masih berkembang, serta mulai menguatnya investasi, meskipun tekanan terhadap daya beli dan ketidakpastian global tetap perlu diwaspadai.

"Proyeksi pertumbuhan 5,3-5,6 persen adalah optimisme dengan prasyarat. Kita melihat fondasi pertumbuhan masih cukup kuat, tetapi komposisi mesin pertumbuhannya mulai berubah," kata Adrian dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Mengutip laporan GREAT Mid-Year Economic Outlook 2026: Membangun Kembali Kepercayaan, Menumbuhkan Optimisme, Adrian menerangkan optimisme terhadap ekonomi Indonesia masih memiliki

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Rupiah Sepekan Bertahan di Rp 17.693, Pasar Tunggu Data Inflasi dan Sinyal The Fed
BN
Rupiah Sepekan Bertahan di Rp 17.693, Pasar Tunggu Data Inflasi dan Sinyal The Fed

Rupiah Sepekan Bertahan di Rp 17.693, Pasar Tunggu Data Inflasi dan Sinyal The Fed

30 Agustus 2026 18:51 Kompas - Money Ekonomi

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) cenderung stagnan dan bergerak konsolidasi dalam sepekan terakhir. Rupiah ditutup pada level Rp 17.693 per dollar AS pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Posisi ini menguat tipis sebesar 0,01 persen secara mingguan. Sementara, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) B...

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) cenderung stagnan dan bergerak konsolidasi dalam sepekan terakhir.

Rupiah ditutup pada level Rp 17.693 per dollar AS pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Posisi ini menguat tipis sebesar 0,01 persen secara mingguan.

Sementara, kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) juga menguat tipis menjadi Rp 17.703 per dollar AS dari posisi sepekan sebelumnya sebesar Rp 17.705 per dolar AS.

Analis Pasar Uang dan Komoditas PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelaku pasar cenderung menahan diri untuk mengambil posisi agresif menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting.

“Pelaku

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Karhutla Terjadi di Konsesi, Apakah Perusahaan Otomatis Bersalah? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
BN
Karhutla Terjadi di Konsesi, Apakah Perusahaan Otomatis Bersalah? Ini Penjelasan Guru Besar IPB

Karhutla Terjadi di Konsesi, Apakah Perusahaan Otomatis Bersalah? Ini Penjelasan Guru Besar IPB

30 Agustus 2026 18:48 Kompas - Money Ekonomi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan. Di tengah kondisi tersebut, penerapan prinsip strict liability dalam perkara karhutla tidak dapat dimaknai sebagai kesalahan otomatis (strict guilt) terhadap pemegang konsesi ketika kebakaran terjadi di dalam arealnya. Pembuktian tetap diperl...

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Di tengah kondisi tersebut, penerapan prinsip strict liability dalam perkara karhutla tidak dapat dimaknai sebagai kesalahan otomatis (strict guilt) terhadap pemegang konsesi ketika kebakaran terjadi di dalam arealnya.

Pembuktian tetap diperlukan untuk melihat hubungan antara kegiatan atau pengelolaan suatu areal dengan kerugian lingkungan yang ditimbulkan.

Guru Besar Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Yanto Santoso, mengatakan strict liability merupakan rezim pertanggungjawaban yang mengurangi kebutuhan untuk membuktikan unsur kesalahan, seperti kesengajaan atau kelalaian.

Namun, prinsip tersebut tidak berarti setiap pemegang konsesi otomatis bertanggung jawab atas setiap

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Ekonom: Konsolidasi bank kecil jadi langkah awal turunkan bunga kredit
BN
Ekonom: Konsolidasi bank kecil jadi langkah awal turunkan bunga kredit

Ekonom: Konsolidasi bank kecil jadi langkah awal turunkan bunga kredit

30 Agustus 2026 18:47 Antara - Terkini Ekonomi

Jakarta (ANTARA) - Ekonom dari Universitas Paramadina Jakarta Wijayanto Samirin menilai, konsolidasi bank-bank kecil dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong penurunan suku bunga kredit. Menurutnya, upaya menurunkan s...

Jakarta (ANTARA) - Ekonom dari Universitas Paramadina Jakarta Wijayanto Samirin menilai, konsolidasi bank-bank kecil dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong penurunan suku bunga kredit.

Menurutnya, upaya menurunkan suku bunga kredit perlu dilakukan dengan memperhatikan struktur industri perbankan secara keseluruhan. Sebab, tingginya bunga kredit di Indonesia dipengaruhi oleh lebih dari satu faktor, mulai dari struktur industri, tingkat suku bunga acuan, hingga risiko yang dihadapi perbankan.

"Mendorong konsolidasi bank-bank kecil merupakan langkah awal untuk mewujudkan industri perbankan yang efisien dan berujung pada bunga kredit yang lebih rendah," ujar Wijayanto kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.

Pernyataan tersebut disampaikan Wijayanto menanggapi kebijakan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prev 1 ... 310 311 312 313 Next

Berita Nusantara adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Pengunjung hari ini: 64

YPWIK@2026