Operasi Barbarossa VS Rasputitsa dan Pertahanan Indonesia
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hitler menandatangani Führer Directive No. 21, sebuah dokumen rencana Jerman meruntuhkan Uni Soviet, pada 18 Desember 1940. Sejak itu, Pakta Hitler-Stalin yang disepakati setahun lalu, pada 23 Agustus 19...
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hitler menandatangani Führer Directive No. 21, sebuah dokumen rencana Jerman meruntuhkan Uni Soviet, pada 18 Desember 1940. Sejak itu, Pakta Hitler-Stalin yang disepakati setahun lalu, pada 23 Agustus 1939, segera menjadi sampah. Pakta Hitler dan Stalin setahun lalu, yang menyebutkan bahwa Jerman dan Soviet tak akan saling menyerang selama 10 tahun, dilanggar oleh Hitler.
Hanya dalam enam bulan sejak menandatangani Führer Directive 21, Hitler memulai Operasi Barbarossa. Pada 22 Juni 1941 itu, Jerman menyerbu Soviet. Indonesia belum menjadi negara, saat operasi itu berlangsung. Namun operasi Barbarossa memberi banyak pelajaran penting bagi kita, Bangsa Indonesia.
Blitzkrieg dan Rantai