Selat Hormuz Diklaim Kembali Ramai, Data Impor Asia Berkata Lain
JAKARTA, KOMPAS.com - Impor minyak mentah Asia pada Agustus 2026 diperkirakan masih berada di level yang relatif lemah. Kondisi tersebut menjadi sorotan di tengah klaim Pemerintah Amerika Serikat (AS) bahwa ekspor minyak dari Timur Tengah telah kembali meningkat melalui Selat Hormuz. Dikutip dari OilPrice, Senin (31/8/2026), berdasarkan data yang dihimpun an...
JAKARTA, KOMPAS.com - Impor minyak mentah Asia pada Agustus 2026 diperkirakan masih berada di level yang relatif lemah.
Kondisi tersebut menjadi sorotan di tengah klaim Pemerintah Amerika Serikat (AS) bahwa ekspor minyak dari Timur Tengah telah kembali meningkat melalui Selat Hormuz.
Dikutip dari OilPrice, Senin (31/8/2026), berdasarkan data yang dihimpun analis komoditas Kpler, Asia diperkirakan mengimpor minyak mentah sekitar 23,12 juta barrel per hari (bph) sepanjang Agustus 2026.
Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan impor pada Juli 2026 yang mencapai 23,36 juta bph.
Asia merupakan pasar minyak terbesar dan paling penting bagi para eksportir minyak.
Namun, volume impor pada Agustus