Kurator Berita YPWIK 1 September 2026 04:26 WITA online: 0
Tentang Hubungi Kami Download Aplikasi dan Bagikan Resume Berita
BNNews Berita Nusantara
Semua Wahdah Agama Pendidikan Tekno Olahraga Ekonomi Kesehatan Nasional Berita Daerah Gaya Hidup Luar Negeri
Kategori
Agama 847 Pendidikan 417 Tekno 581 Olahraga 1440 Ekonomi 2999 Kesehatan 432 Nasional 4653 Berita Daerah 665 Gaya Hidup 64 Luar Negeri 731 Mode Ringan / Cepat Resume
Ringan
MK Tolak Usulan Ganti Nama Laut Cina Selatan Jadi Laut Natuna Utara
BN
MK Tolak Usulan Ganti Nama Laut Cina Selatan Jadi Laut Natuna Utara

MK Tolak Usulan Ganti Nama Laut Cina Selatan Jadi Laut Natuna Utara

31 Agustus 2026 16:45 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan yang mengajukan nama Laut Cina Selatan jadi Laut Natuna Utara. "Menyatakan permohonan para pemohon tak bisa diterima," demikian salinan amar putusan perkara nomor 277/PUU-XXIV/2-16 pada 12...

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan yang mengajukan nama Laut Cina Selatan jadi Laut Natuna Utara.

"Menyatakan permohonan para pemohon tak bisa diterima," demikian salinan amar putusan perkara nomor 277/PUU-XXIV/2-16 pada 12 Agustus, yang dilihat pada Senin (31/8).

Dalam putusan itu, MK menyatakan tak menemukan uraian soal kerugian hak konstitusional para pemohon imbas penggunaan nama Laut Cina Selatan. Mereka menegaskan untuk tetap pada pendiriannya, dan menyebut pihak yang bisa mengajukan pengujian soal batas wilayah ialah kepala daerah bersama DPRD setempat.

"Pemohon I sampai dengan Pemohon III bukan merupakan pemerintahan daerah sehingga tidak terdapat kerugian hak konstitusional akibat berlakunya norma yang dimohonkan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Trump Kembali Tegaskan Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
BN
Trump Kembali Tegaskan Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

Trump Kembali Tegaskan Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

31 Agustus 2026 16:42 Tribunnews - Terkurasi Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memperoleh senjata nuklir. Ia mengatakan Teheran akan menggunakan senjata tersebut jika berhasil memilikinya dan memperingatkan...

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memperoleh senjata nuklir.

Ia mengatakan Teheran akan menggunakan senjata tersebut jika berhasil memilikinya dan memperingatkan bahwa dampaknya dapat menghancurkan Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan Fox News yang diterbitkan pada Minggu (30/8/2026), Trump mengatakan AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

“Anda tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan memiliki senjata nuklir,” kata Trump.

Trump menggambarkan para pemimpin Iran sebagai orang-orang yang sangat kejam dan jahat.

Menurutnya, jika Iran memiliki senjata nuklir, negara tersebut akan menggunakannya, mengutip Anadolu Agency, Senin (31/8/2026).

Ia

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Israel sita tanah Palestina untuk perluas situs militer Tepi Barat
BN
Israel sita tanah Palestina untuk perluas situs militer Tepi Barat

Israel sita tanah Palestina untuk perluas situs militer Tepi Barat

31 Agustus 2026 16:34 Antara - Terkini Luar Negeri

Istanbul (ANTARA) - Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman menyatakan Israel telah mengeluarkan perintah militer untuk menyita 37,5 dunam (sekitar 3,75 hektare) tanah Palestina di wilayah tengah Tepi Barat yang diduduki guna mempe...

Istanbul (ANTARA) - Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman menyatakan Israel telah mengeluarkan perintah militer untuk menyita 37,5 dunam (sekitar 3,75 hektare) tanah Palestina di wilayah tengah Tepi Barat yang diduduki guna memperluas situs militer yang sudah ada.

Melalui pernyataan pada Minggu, komite itu menyampaikan bahwa tanah yang ditargetkan di kota Beitunia tersebut terletak berbatasan dengan pemukiman ilegal Israel, Beit Horon, dan dekat dengan Rute 443.

Peta militer menunjukkan bahwa bidang-bidang tanah dan jalan yang tercakup dalam perintah tersebut membentuk satu kawasan yang saling terhubung dengan situs militer yang sudah ada, kata komisi tersebut.

Perintah itu memberikan hak penguasaan dan penggunaan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Menhan Sjafrie: Jepang Kirim Pesawat untuk Bantu Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan
BN
Menhan Sjafrie: Jepang Kirim Pesawat untuk Bantu Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan

Menhan Sjafrie: Jepang Kirim Pesawat untuk Bantu Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan

31 Agustus 2026 16:20 Tribunnews - Terkurasi Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, Indonesia mendapat bantuan dari Jepang untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Sjafrie menjela...

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, Indonesia mendapat bantuan dari Jepang untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.

Sjafrie menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari kerja sama bilateral antara Kementerian Pertahanan Indonesia dengan kementerian pertahanan negara sahabat.

“Untuk diketahui bahwa kami juga dalam kerja sama pertahanan dari negara-negara sahabat, juga kami menerima bantuan dari negara sahabat, Jepang, yang memberikan bantuan bilateral antara kedua Kementerian Pertahanan dalam bentuk mengirim pesawat untuk mengatasi kebakaran hutan di wilayah kita,” kata Sjafrie, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut Sjafrie, bantuan tersebut menjadi salah satu

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Suap Eks Ibu Negara Korsel, Pemimpin Gereja Unifikasi Dibui 2 Tahun
BN
Suap Eks Ibu Negara Korsel, Pemimpin Gereja Unifikasi Dibui 2 Tahun

Suap Eks Ibu Negara Korsel, Pemimpin Gereja Unifikasi Dibui 2 Tahun

31 Agustus 2026 16:17 DetikNews - Internasional Luar Negeri

Pengadilan Korea Selatan (Korsel) menjatuhkan hukuman dua tahun penjara terhadap pemimpin Gereja Unifikasi dalam kasus penyuapan terhadap sejumlah pejabat tinggi Korsel, termasuk istri mantan presiden. Han Hak Ja, yang berusia 83...

Pengadilan Korea Selatan (Korsel) menjatuhkan hukuman dua tahun penjara terhadap pemimpin Gereja Unifikasi dalam kasus penyuapan terhadap sejumlah pejabat tinggi Korsel, termasuk istri mantan presiden.

Han Hak Ja, yang berusia 83 tahun, didakwa memberikan barang-barang mewah, termasuk tas tangan desainer, kepada mantan Ibu Negara Korsel Kim Keon Hee -- ketika suaminya, Yoon Suk Yeol, masih menjabat sebagai Presiden Korsel -- dalam upaya mendapatkan keuntungan terkait kebijakan tertentu.

Han, seperti dilansir AFP, Senin (31/8/2026), tampak menggunakan kursi roda saat tiba di Pengadilan Distrik Pusat Seoul, yang mengadili kasus ini, pada Senin (31/8) waktu setempat untuk mendengarkan vonis terhadap dirinya. Dia mengenakan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
AS Klaim Iran Ingin Sebar Ranjau di Selat Hormuz, Sebut Serangannya Demi Lindungi Pelayaran
BN
AS Klaim Iran Ingin Sebar Ranjau di Selat Hormuz, Sebut Serangannya Demi Lindungi Pelayaran

AS Klaim Iran Ingin Sebar Ranjau di Selat Hormuz, Sebut Serangannya Demi Lindungi Pelayaran

31 Agustus 2026 16:15 Tribunnews - Terkurasi Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran kembali memuncak. Terbaru, AS melakukan serangan udara di Pulau Larak, Iran pada Minggu (30/8/2026) setelah jeda selama satu bulan. Sasaran serangan AS kali ini a...

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran kembali memuncak.

Terbaru, AS melakukan serangan udara di Pulau Larak, Iran pada Minggu (30/8/2026) setelah jeda selama satu bulan.

Sasaran serangan AS kali ini adalah dua fasilitas peluncur roket milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Pulau Larak.

Perlu diketahui, Pulau Larak merupakan wilayah strategsi di bibir Selat Hormuz.

Mengutip laporan Axios, seorang pejabat militer AS mengonfirmasi penyerangan tersebut dilakukan secara presisi untuk mengantisipasi potensi penyebaran ranjau laut baru oleh pasukan Iran.

"Pasukan IRGC terdeteksi tengah bersiap meluncurkan roket yang membawa ranjau laut ke Selat Hormuz."

"Aksi ini memicu tindakan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Update Banjir Bandang Nepal-China: 919 Orang Tewas, 4.247 Hilang
BN
Update Banjir Bandang Nepal-China: 919 Orang Tewas, 4.247 Hilang

Update Banjir Bandang Nepal-China: 919 Orang Tewas, 4.247 Hilang

31 Agustus 2026 16:15 CNN Indonesia - Internasional Luar Negeri

Sebanyak 919 orang tewas dan 4.793 lainnya hilang imbas banjir bandang dan longsor di perbatasan Nepal dan China pada pekan lalu. Badan Bencana Nasional Nepal melaporkan 903 orang tewas dan 4.247 masih hilang di negara tersebut pe...

Sebanyak 919 orang tewas dan 4.793 lainnya hilang imbas banjir bandang dan longsor di perbatasan Nepal dan China pada pekan lalu.

Badan Bencana Nasional Nepal melaporkan 903 orang tewas dan 4.247 masih hilang di negara tersebut per Senin (31/8). Tim sampai saat ini masih terus meluncurkan operasi pencarian korban.

Sementara itu, media pemerintah China mengonfirmasi 16 tewas dan 546 hilang di Tibet. Dengan demikian, total korban berdasarkan kedua data itu mencapai 919 tewas dan 4.793 hilang, demikian dikutip AFP.

Pihak berwenang di Uttar Pradesh, India, juga menemukan 17 jenazah yang diyakini korban banjir bandang Nepal-China.

Banjir bandang dan longsor menerjang

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Otoritas Taman Nasional: Lebih dari 20 orang kemungkinan hilang usai banjir bandang terjang Grand Canyon di AS
BN
Otoritas Taman Nasional: Lebih dari 20 orang kemungkinan hilang usai banjir bandang terjang Grand Canyon di AS

Otoritas Taman Nasional: Lebih dari 20 orang kemungkinan hilang usai banjir bandang terjang Grand Canyon di AS

31 Agustus 2026 16:12 Antara - Terkini Luar Negeri

Los Angeles (ANTARA) - Lebih dari 20 orang kemungkinan hilang atau belum diketahui keberadaannya setelah banjir bandang menerjang Grand Canyon National Park di Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat (AS), demikian menurut otoritas...

Los Angeles (ANTARA) - Lebih dari 20 orang kemungkinan hilang atau belum diketahui keberadaannya setelah banjir bandang menerjang Grand Canyon National Park di Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat (AS), demikian menurut otoritas setempat pada Minggu (30/8).

Peristiwa banjir bandang yang "signifikan" itu terjadi di Bright Angel Canyon dan area Phantom Ranch pada Sabtu (29/8), ungkap Layanan Taman Nasional AS dalam sebuah siaran pers. Pihak otoritas tersebut mengimbau siapa pun yang mengetahui adanya pendaki atau backpacker yang berada di bagian dalam ngarai sepanjang koridor Bright Angel Creek pada 29 Agustus, serta siapa pun yang memiliki reservasi perkemahan di koridor yang terdampak,

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Mantan PM Israel Akui Citra Negatif Israel Meningkat di Mata Publik Amerika
BN
Mantan PM Israel Akui Citra Negatif Israel Meningkat di Mata Publik Amerika

Mantan PM Israel Akui Citra Negatif Israel Meningkat di Mata Publik Amerika

31 Agustus 2026 16:11 Tribunnews - Terkurasi Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett mengatakan citra Israel di mata publik Amerika Serikat (AS) mengalami perubahan signifikan. Menurutnya, untuk pertama kalinya sejak berdirinya Israel, negara ters...

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett mengatakan citra Israel di mata publik Amerika Serikat (AS) mengalami perubahan signifikan.

Menurutnya, untuk pertama kalinya sejak berdirinya Israel, negara tersebut mulai dipandang secara negatif oleh sebagian masyarakat AS, terutama kalangan mahasiswa.

Dalam wawancara di Itai Segal Podcast pada platform All-in, Bennett mengatakan bahwa ketika mahasiswa AS mendengar nama Israel, salah satu hal yang kini muncul dalam benak mereka adalah “genosida”.

“Untuk pertama kalinya sejak berdirinya Negara Israel, di kalangan publik Amerika, Israel telah menjadi citra negatif,” ujar Bennett, mengutip Al Jazeera, Senin (31/8/2026).

Ia kemudian membandingkan citra sejumlah negara dengan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Kejagung Sita Rp401,6 Miliar dari Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
BN
Kejagung Sita Rp401,6 Miliar dari Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Kejagung Sita Rp401,6 Miliar dari Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

31 Agustus 2026 16:10 MetroTVNews - Internasional Luar Negeri

Kejagung Sita Rp401,6 Miliar dari Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel. Berita MetroTVNews kategori 4 minutes ago. Baca sumber asli untuk isi lengkap.

Kejagung Sita Rp401,6 Miliar dari Kasus Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel. Berita MetroTVNews kategori 4 minutes ago. Baca sumber asli untuk isi lengkap.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Kemlu sedang verifikasi WNI yang diduga bergabung militer Rusia
BN
Kemlu sedang verifikasi WNI yang diduga bergabung militer Rusia

Kemlu sedang verifikasi WNI yang diduga bergabung militer Rusia

31 Agustus 2026 16:05 Antara - Terkini Luar Negeri

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia sedang memverifikasi informasi terkait WNI yang diduga bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia melalui Perwakilan RI serta berkoordin...

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia sedang memverifikasi informasi terkait WNI yang diduga bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia melalui Perwakilan RI serta berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Informasi mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, serta bentuk keterlibatan individu yang disebutkan masih perlu dipastikan lebih lanjut,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Senin.

Namun, apabila keterlibatan WNI tersebut terverifikasi, tambah Yvonne, maka hal tersebut merupakan tindakan individual dan tidak mewakili kebijakan maupun posisi Pemerintah Indonesia.

Yvonne juga menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia juga akan mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan,

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Ukraina Ungkap Nama 8 WNI yang Diklaim Jadi Tentara Rusia Sekaligus 'Pakan Meriam'
BN
Ukraina Ungkap Nama 8 WNI yang Diklaim Jadi Tentara Rusia Sekaligus 'Pakan Meriam'

Ukraina Ungkap Nama 8 WNI yang Diklaim Jadi Tentara Rusia Sekaligus 'Pakan Meriam'

31 Agustus 2026 16:01 Tribunnews - Terkurasi Luar Negeri

TRIBUNNEWS.COM – Dinas Intelijen Asing Ukraina (SZRU) merilis identitas delapan warga negara Indonesia (WNI) yang diklaim telah direkrut Rusia untuk menjadi tentara dalam perang melawan Ukraina. Menurut berita yang diterbitkan di...

TRIBUNNEWS.COM – Dinas Intelijen Asing Ukraina (SZRU) merilis identitas delapan warga negara Indonesia (WNI) yang diklaim telah direkrut Rusia untuk menjadi tentara dalam perang melawan Ukraina.

Menurut berita yang diterbitkan di laman resmi SZRU, Kamis, (27/8/2026), para WNI itu mengisi kekosongan tentara di garis depan pertempuran. Mereka juga dijadikan sarana untuk mendukung narasi Rusia masyarakat dunia mendukung perang yang dikobarkan Rusia.

“Alasan lain merekrut warga asing adalah meningkatnya ketidakpuasan di dalam negeri mengenai situasi sosial dan ekonomi, perang, dan rencana gelombang mobilisasi baru (angka ketidakpuasan mencapai 69 persen) dan konsekuensinya adalah menurunnya juga orang yang bersedia mendaftar sebagai relawan. Indonesia

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prev 1 ... 5 6 7 8 9 ... 61 Next

Berita Nusantara adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Pengunjung hari ini: 4

YPWIK@2026