Perludem: AI Bisa Manipulasi Persepsi Pemilih dalam Pemilu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengingatkan penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pemilu berpotensi memanipulasi persepsi pemilih terhadap kandidat. Direk...
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengingatkan penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pemilu berpotensi memanipulasi persepsi pemilih terhadap kandidat.
Direktur Eksekutif Perludem Heroik Pratama mengatakan perkembangan AI telah mengubah lanskap demokrasi elektoral, termasuk dalam produksi dan penyebaran konten kampanye.
Menurut Heroik, AI generatif memungkinkan konten kampanye dibuat secara otomatis, cepat, murah, dan dalam jumlah besar untuk disebarkan melalui media sosial. Risiko muncul ketika teknologi tersebut digunakan untuk memproduksi dan menyebarkan disinformasi.
"Manipulasi persepsi atau cara pandang pemilih dalam melihat kandidat, terlebih lagi jika AI digunakan untuk memproduksi dan menyebar disinformasi dapat mengganggu integritas dan