Liputan6.com, Jakarta - Bill Gates menilai dunia saat ini tidak memiliki rencana matang dalam menghadapi gejolak sosial, politik, dan ekonomi yang dipicu oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dalam esai terbarunya, Gates menegaskan kemajuan AI bisa menjadi penyeimbang kesejahteraan terbesar atau malah menjadi sumber ketimpangan sosial terburuk.
Namun, sebagaimana dilaporkan CNBC, Jumat (28/8/2026), pendiri Microsoft ini belum melihat langkah nyata dari para pemimpin, pakar, dan masyarakat untuk mengantisipasi tantangan-tantangan tersebut.
Gates mengatakan AI dapat menggantikan pekerja di berbagai sektor ekonomi, menekan perekrutan pekerja tingkat pemula, serta memaksa para pembuat kebijakan meninjau kembali sistem ketenagakerjaan, pendidikan, dan jaring pengaman sosial.
Ia menegaskan