IBTimes.ID – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Di tengah kondisi tersebut, Rumah Oksigen Muhammadiyah dihadirkan sebagai salah satu bentuk respons kemanusiaan untuk membantu warga menghadapi dampak asap sekaligus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan data Sipongi Kementerian Kehutanan yang dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat 7.634,46 hektare lahan terbakar di Kalimantan Tengah. Sementara itu, data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) per 27 Agustus 2026 mencatat 5.168 titik api terdeteksi dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Kondisi tersebut mendorong Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu