Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan terus menggelontorkan investasi untuk kecerdasan buatan (AI) dengan harapan meningkatkan produktivitas. Namun, survei terhadap para pimpinan perusahaan justru menunjukkan hasil yang berbeda.
Dikutip dari Futurism, Kamis (27/8/2026), lebih dari 90% pimpinan perusahaan mengatakan AI belum berdampak terhadap jumlah tenaga kerja perusahaan dalam tiga tahun terakhir. Sebanyak 89% juga menyebut teknologi tersebut belum memberikan dampak terhadap produktivitas.
Survei National Bureau of Economic Research (NBER) tersebut melibatkan hampir 6.000 pimpinan perusahaan dari Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Australia.
Di antara perusahaan yang merasakan manfaat, peningkatan produktivitas rata-rata hanya sekitar 0,29%.
Temuan ini muncul ketika penggunaan AI di perusahaan