Jepang telah mengembangkan alat pemadam api ramah lingkungan untuk melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dengan bahan ini, pemadaman api menjadi lebih sedikit menggunakan air.
Jepang menjadi salah satu negara yang masih menghadapi kebakaran hutan parah. Kebakaran hutan pada 2025 menjadi yang terbesar di negara tersebut dalam tiga dekade terakhir, menurut laporan BBC.
Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana (FDMA) mencatat sekitar lebih dari 5.200 hektare lahan di Jepang utara telah hangus pada awal 2025. Para ahli memperkirakan pemicu kebakaran disebabkan oleh cuaca yang kering dan banyak dedaunan kering di tanah hutan.