Jakarta, CNBC Indonesia - CEO Meta, perusahaan pemilik Facebook, WhatsApp, dan Instagram, Mark Zuckerberg, dilaporkan secara diam-diam menghubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menolak rencana pembentukan lembaga pengawas AI tingkat nasional. Menurut laporan situs berita Politico, dalam percakapan telepon rahasia tersebut, Zuckerberg menyatakan bahwa gagasan memiliki satu lembaga pengatur khusus AI di tingkat nasional adalah sebuah ide buruk.
Selama ini banyak pihak yang justru menuntut adanya pengawasan ketat agar teknologi AI tidak disalahgunakan, melanggar privasi, atau menyebarkan informasi yang menyesatkan. Namun Zuckerberg tampaknya memiliki pandangan yang berlawanan.
Dalam pembicaraan tersebut, Zuckerberg menyampaikan kepada Trump bahwa pendirian lembaga pengatur khusus
.....selengkapnya