Kurator Berita YPWIK 7 September 2026 22:51 WITA online: 0
Tentang Hubungi Kami Download Aplikasi dan Bagikan Resume Berita
BNNews Berita Nusantara
Semua Wahdah Agama Pendidikan Tekno Olahraga Ekonomi Kesehatan Nasional Berita Daerah Gaya Hidup Luar Negeri
Kategori
Agama 555 Pendidikan 311 Tekno 543 Olahraga 1124 Ekonomi 3066 Kesehatan 375 Nasional 4035 Berita Daerah 203 Gaya Hidup 62 Luar Negeri 530 Mode Ringan / Cepat Resume
Ringan
BNPB: 15 Kecamatan Terdampak Langsung Letusan Krakatau
BN
BNPB: 15 Kecamatan Terdampak Langsung Letusan Krakatau

BNPB: 15 Kecamatan Terdampak Langsung Letusan Krakatau

6 September 2026 13:00 CNBC Indonesia - News Ekonomi

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengidentifikasi 15 kecamatan di tiga kabupaten yang terdampak langsung oleh erupsi Gunung Anak Krakatau. Pemetaan wilayah terdampak tersebut mencakup area di...

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengidentifikasi 15 kecamatan di tiga kabupaten yang terdampak langsung oleh erupsi Gunung Anak Krakatau. Pemetaan wilayah terdampak tersebut mencakup area di Provinsi Lampung dan Banten.

Kepala BNPB, Suharyanto, mencatat sebaran lokasi yang terpapar aktivitas vulkanik tersebut. Ia juga memastikan koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah terus dilakukan secara intensif untuk memantau kondisi masyarakat dari waktu ke waktu.

"Yang pertama, kami informasikan data sementara, saya garisbawahi data sementara yang bisa kami kumpulkan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau ini ada di tiga kabupaten dan 15 kecamatan," ujar Suharyanto dalam konferensi pers secara daring,

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Kementan tegaskan dukung penguatan peternakan babi milik rakyat
BN
Kementan tegaskan dukung penguatan peternakan babi milik rakyat

Kementan tegaskan dukung penguatan peternakan babi milik rakyat

6 September 2026 12:58 Antara - Terkini Kesehatan

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bersama Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) mendukung penguatan peternakan babi milik rakyat melalui pembahasan tata niaga, kesehatan hewan, produktivitas...

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bersama Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) mendukung penguatan peternakan babi milik rakyat melalui pembahasan tata niaga, kesehatan hewan, produktivitas, serta kepastian usaha.

"Pemerintah membuka dialog untuk mendengar langsung kondisi peternak sekaligus memetakan langkah yang dapat ditindaklanjuti," kata Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan I Ketut Wirata dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Pertemuan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bersama Pengurus Pusat GUPBI berlangsung di Balai Besar Veteriner (BBV) Denpasar, Bali.

"Kementan merespons aspirasi Pengurus Pusat GUPBI terkait berbagai tantangan peternakan babi nasional,"

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Teddy Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruang imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
BN
Teddy Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruang imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Teddy Imbau Warga Kurangi Aktivitas Luar Ruang imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

6 September 2026 12:58 Kompas - Nasional Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah imbas sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. "Kurangi berada di ruang terbuka terlalu lama selama kondisi udara masih dipenuhi debu vulkanik," ujar Teddy dalam akun Instagram Sekretariat Kabinet, Minggu (6/...

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah imbas sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Kurangi berada di ruang terbuka terlalu lama selama kondisi udara masih dipenuhi debu vulkanik," ujar Teddy dalam akun Instagram Sekretariat Kabinet, Minggu (6/9/2026).

Teddy mengatakan, apabila hendak keluar rumah, masyarakat harus menggunakan masker yang tepat, seperti masker N95 atau KN95 untuk membantu menyaring partikel debu vulkanik.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga harus menggunakan kacamata pelindung.

"Dan hindari penggunaan lensa kontak atau softlens," ucapnya.

Teddy juga mengimbau warga yang berkendara untuk mengurangi kecepatan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prof Uril Bahruddin: Al-Fatihah Bukan Sekadar Bacaan Salat, tetapi Peta Jalan Kehidupan
BN
Prof Uril Bahruddin: Al-Fatihah Bukan Sekadar Bacaan Salat, tetapi Peta Jalan Kehidupan

Prof Uril Bahruddin: Al-Fatihah Bukan Sekadar Bacaan Salat, tetapi Peta Jalan Kehidupan

6 September 2026 12:58 PWMU.CO Agama

Surah Al-Fatihah tidak semestinya berhenti sebagai bacaan wajib dalam salat. Tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang setiap hari itu dapat menjadi kerangka berpikir sekaligus peta jalan seorang muslim dalam menjalani kehidupan. Pesa...

Surah Al-Fatihah tidak semestinya berhenti sebagai bacaan wajib dalam salat. Tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang setiap hari itu dapat menjadi kerangka berpikir sekaligus peta jalan seorang muslim dalam menjalani kehidupan.

Pesan tersebut mengemuka dalam Pengajian Keluarga Sakinah yang digelar Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan di Masjid Al-Azhar, Jalan Dupak Bandarejo Nomor 25, Surabaya, Ahad (6/9/2026).

Guru Besar Ilmu Bahasa Arab Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Uril Bahruddin, MA, yang menjadi pemateri, mengajak jemaah tidak hanya membaca Al-Fatihah secara lisan, tetapi memahami pesan yang terkandung di dalamnya dan menjadikannya sebagai sistem kehidupan.

Menurut dia, Al-Fatihah

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Perdana, IRGC Akhirnya Hantam Kapal Induk AS Lewat Serangan Rudal Balistik
BN
Perdana, IRGC Akhirnya Hantam Kapal Induk AS Lewat Serangan Rudal Balistik

Perdana, IRGC Akhirnya Hantam Kapal Induk AS Lewat Serangan Rudal Balistik

6 September 2026 12:55 Republika - Nasional Nasional

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeklaim menghantam sebuah kapal induk dan kapal perusak Angkatan Laut AS dengan rudal balistik dan mengklaim kedua kapal perang itu mengalami kerusakan dan mund...

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeklaim menghantam sebuah kapal induk dan kapal perusak Angkatan Laut AS dengan rudal balistik dan mengklaim kedua kapal perang itu mengalami kerusakan dan mundur dari wilayah perairan. Menurut IRGC dalam pernyataannya pada Ahad (6/6/2026) dini hari waktu setempat, yang dipublikasikan oleh kantor berita IRNA, serangan rudal ke arah kedua kapal perang AS itu dilakukan oleh unit pasukan dirgantara.

Mereka mengklaim kapal-kapal AS tersebut telah mengganggu kapal-kapal Iran dan terlibat dalam blokade maritim. Kedua kapal perang tersebut dilaporkan meninggalkan “area pertempuran” setelah mengalami kerusakan.

IRGC juga menyampaikan bahwa Komando Pusat Militer AS

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Disertasi 17 Halaman
BN
Disertasi 17 Halaman

Disertasi 17 Halaman

6 September 2026 12:55 Republika - Nasional Nasional

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bayangkan seorang mahasiswa menyerahkan draft disertasi doktoral yang tebalnya hanya 17 halaman kepada dosen pembimbingnya. Kemungkinan besar ia akan langsung ditegur atau diminta merombak ulang pekerja...

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bayangkan seorang mahasiswa menyerahkan draft disertasi doktoral yang tebalnya hanya 17 halaman kepada dosen pembimbingnya. Kemungkinan besar ia akan langsung ditegur atau diminta merombak ulang pekerjaannya. Di banyak perguruan tinggi, proposal penelitian saja sering kali menuntut lembaran yang jauh lebih panjang.

Ada kebiasaan tak tertulis dalam tradisi akademik yang cenderung menyamakan ketebalan naskah dengan bobot intelektual. Skripsi seratus halaman dianggap lebih meyakinkan dari enam puluh halaman. Tesis dua ratus halaman dinilai lebih berbobot dari seratus dua puluh halaman. Dan disertasi seolah wajib berjilid-jilid tebalnya.

Namun, Albert Einstein pernah menghadirkan preseden yang mendobrak kebiasaan tersebut. Ia mengajukan disertasi

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
41 Penerbangan Pelita Air Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BN
41 Penerbangan Pelita Air Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

41 Penerbangan Pelita Air Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

6 September 2026 12:54 Kompas - Money Ekonomi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 41 penerbangan Pelita Air terdampak penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Direktur Utama Pelita Air Faik Fahmi mengatakan, seluruh penerbangan yang terdampak untuk sementara berupa pembatalan. Adapun penjadwalan kembali akan dilakukan dengan mempertimbangkan p...

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 41 penerbangan Pelita Air terdampak penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Direktur Utama Pelita Air Faik Fahmi mengatakan, seluruh penerbangan yang terdampak untuk sementara berupa pembatalan.

Adapun penjadwalan kembali akan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi bandara dan NOTAM yang berlaku.

"Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik merupakan langkah penting untuk menjaga keselamatan penerbangan," kata Faik dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan data sementara Pelita Air, gangguan penerbangan tersebut terjadi pada 5-6 September 2026 dan berdampak terhadap sekitar 5.337 penumpang.

Faik menegaskan, keselamatan penumpang dan awak pesawat menjadi prioritas

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
5 Bandara Ditutup Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
BN
5 Bandara Ditutup Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

5 Bandara Ditutup Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

6 September 2026 12:53 IDX Channel - News Nasional

IDXChannel - Pemerintah menutup penerbangan di lima bandara imbas erupsi gunung anak Krakatau yang terjadi sejak minggu Malam (6/9/2026).  Penutupan bandara ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan yang...

IDXChannel - Pemerintah menutup penerbangan di lima bandara imbas erupsi gunung anak Krakatau yang terjadi sejak minggu Malam (6/9/2026). 

Penutupan bandara ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan yang berpotensi terganggu aktivitas vulkanik.

Kepala BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Teuku Faisal Fathani menyebutkan, kelima bandara tersebut antara lain Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Halim Perdana Kusuma, Bandara Internasional Radin Inten II (TKG) di Lampung, Bandara Budiarto Curug (RTO), dan Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan).

"Saya sudah berkoordinasi langsung dengan kepala BNPB, bahwa kami baru mendapat informasi, sampai pukul 10.25 WIB, ada 5 bandara yang saat ini ditutup," ujarnya dalam

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Rumah Warga di Cilebut Bogor Rasakan Debu Vulkanik Anak Krakatau
BN
Rumah Warga di Cilebut Bogor Rasakan Debu Vulkanik Anak Krakatau

Rumah Warga di Cilebut Bogor Rasakan Debu Vulkanik Anak Krakatau

6 September 2026 12:52 DetikNews - Politik & Hukum Nasional

Warga Cilebut Timur Kabupaten Bogor juga dilaporkan terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Teras rumah warga hingga mobil terkena abu. Pantauan detikcom, Minggu (6/9/2026), abu vulkanik menempel di kaca mobil hingga teras ru...

Warga Cilebut Timur Kabupaten Bogor juga dilaporkan terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Teras rumah warga hingga mobil terkena abu.

Pantauan detikcom, Minggu (6/9/2026), abu vulkanik menempel di kaca mobil hingga teras rumah di Cilebut Timur. Kondisi ini membuat kaki kotor ketika menginjak lantai.

Sejumlah warga sekitar juga melaporkan teras rumahnya terdampak debu vulkanik. Sejumlah warga yang beraktivitas ke luar rumah tampak menggunakan masker.

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Dinilai Kecil, Beda dengan 2018
BN
Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Dinilai Kecil, Beda dengan 2018

Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Dinilai Kecil, Beda dengan 2018

6 September 2026 12:52 Kompas - Nasional Nasional

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria menilai, potensi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini terbilang kecil, tidak seperti tahun 2018 lalu. "Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pasca erupsi 22 Desember 2018 in...

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria menilai, potensi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini terbilang kecil, tidak seperti tahun 2018 lalu.

"Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pasca erupsi 22 Desember 2018 ini masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami," kata Lana dalam konferensi pers, Minggu (6/9/2026).

Ia menjelaskan, tidak setiap erupsi Gunung Anak Krakatau akan memicu tsunami.

Lana menyebutkan, tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu dipicu oleh keruntuhan sebagian besar tubuh

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Kemenkeu: Punya Uang Rp1 Juta Sudah Bisa Mulai Investasi
BN
Kemenkeu: Punya Uang Rp1 Juta Sudah Bisa Mulai Investasi

Kemenkeu: Punya Uang Rp1 Juta Sudah Bisa Mulai Investasi

6 September 2026 12:51 CNN Indonesia - Ekonomi Ekonomi

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan masyarakat tak perlu menunggu memiliki uang dalam jumlah besar untuk mulai berinvestasi. Dengan modal Rp1 juta, masyarakat sudah bisa membeli Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang diterb...

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan masyarakat tak perlu menunggu memiliki uang dalam jumlah besar untuk mulai berinvestasi. Dengan modal Rp1 juta, masyarakat sudah bisa membeli Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang diterbitkan pemerintah.

Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kemenkeu Herman Saheruddin mengatakan waktu terbaik untuk mulai menabung dan berinvestasi adalah saat seseorang sudah memiliki pendapatan.

"Kalau nabung pertama apa? Sisihkan, jangan sisakan. Jadi kapan waktu yang tepat untuk investasi menabung? Ya sekarang," kata Herman dalam Lampung Financial Festival 2026 yang digelar pada Minggu (6/9).

Menurut Herman, masyarakat sebaiknya langsung menyisihkan sebagian pendapatan, baik yang berasal dari orang tua

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
10 Kesalahan yang Sering Disadari Pria Saat Sudah Terlambat
BN
10 Kesalahan yang Sering Disadari Pria Saat Sudah Terlambat

10 Kesalahan yang Sering Disadari Pria Saat Sudah Terlambat

6 September 2026 12:50 Kompas - Money Ekonomi

KOMPAS.com - Banyak pria menghabiskan usia 20-an dan 30-an untuk mengejar jabatan, gaji, atau mobil yang dianggap dapat menunjukkan keberhasilan mereka. Sebagian mungkin berhasil mendapatkan semuanya. Tetapi memasuki usia 40-an atau 50-an, sebagian baru menyadari bahwa ukuran kesuksesan tersebut tidak selalu mencerminkan hal-hal yang benar-benar penting dala...

KOMPAS.com - Banyak pria menghabiskan usia 20-an dan 30-an untuk mengejar jabatan, gaji, atau mobil yang dianggap dapat menunjukkan keberhasilan mereka.

Sebagian mungkin berhasil mendapatkan semuanya. Tetapi memasuki usia 40-an atau 50-an, sebagian baru menyadari bahwa ukuran kesuksesan tersebut tidak selalu mencerminkan hal-hal yang benar-benar penting dalam kehidupan.

Sejumlah pelajaran hidup justru sering dipahami setelah seseorang melewati berbagai kegagalan.

Ada pria yang telah bekerja keras, tetapi pada akhirnya tetap menghadapi masalah keuangan, hubungan sosial yang renggang, atau kesepian yang tidak dapat diselesaikan dengan uang.

Dikutip dari New Trader U, Minggu (6/9/2026), berikut 10 pelajaran yang kerap terlambat disadari pria dalam

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prev 1 ... 290 291 292 293 294 ... 901 Next

Berita Nusantara adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Pengunjung hari ini: 33

YPWIK@2026