Jakarta, CNBC Indonesia- Jelang perdagangan awal September 2026, pelaku pasar keuangan RI menyoroti sejumlah rilis data makro ekonomi RI terkait inflasi, PMI Manufaktur hingga neraca dagang Indonesia. Dari eksternal arah kebijakan Bank Sentral AS, The Fed yang berpotensi mengerek suku bunga acuan FFR serta arah perang Timur Tengah hingga Rusia Vs Ukraina juga diwaspadai investor.
Economist CNBC Indonesia, Maesaroh juga menyebutkan rebalancing MSCI juga menjadi sentiment yang akan mempengaruhi arah pergerakan pasar keuangan RI termasuk gerak IHSG dan nilai tukar Rupiah.
Seperti apa Analisa pergerakan pasar keuangan RI di tengah besarnya tekanan sentiment dari dalam dan luar negeri? Selengkapnya simak