Jakarta (ANTARA) - Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) menekankan pentingnya penerapan manajemen risiko sejak awal dalam pembangunan dan pengembangan desa wisata untuk mengantisipasi risiko kecelakaan maupun bencana.
“Jadi, preventif itu jauh lebih bagus daripada kuratif. Jadi, preventif itu mencegah, itu jauh lebih bagus daripada pengobatan. Dari suatu kecelakaan,” kata Ketua Umum ICPI Azril Azhari saat dihubungi ANTARA melalui via telepon di Jakarta, Rabu.
Azril mengatakan manajemen risiko seharusnya menjadi prasyarat sebelum sebuah destinasi, khususnya desa wisata, dibangun. Tahapannya mencakup survei, penentuan risiko dan prioritas, hingga mitigasi serta monitoring dan evaluasi.
Ia mengatakan survei diperlukan untuk mengetahui potensi risiko di suatu