Liputan6.com, Jakarta - Lebih dari 17 juta barel minyak diangkut melalui Selat Hormuz menggunakan kapal pada Senin. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari.
Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Chris Wright mengatakan volume ekspor minyak dari kawasan tersebut pada Senin bahkan lebih tinggi dibandingkan sebelum perang jika aliran minyak melalui jaringan pipa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang menghindari Selat Hormuz turut diperhitungkan.
Sebelum perang dimulai pada 28 Februari, sekitar 20 juta barel minyak mentah dan produk minyak per hari melewati selat strategis tersebut.
Wright mengatakan Iran mulai kehilangan kemampuannya untuk menjadikan perekonomian