TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Selasa (1/9/2026).
Rupiah ditutup melemah 22 poin ke level Rp 17.744 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat menguat hingga Rp17.722.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah masih akan dibayangi sentimen global.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 22 point sebelumnya sempat menguat 5 point dilevel Rp 17.744 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.722," ungkap Ibrahim, Selasa (1/9/2026).
Salah satu risiko terbesar datang dari kembali memanasnya konflik di Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran setelah