Jakarta, Beritasatu.com – Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Senin (31/8/2026) setelah kembali pecahnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mendorong harga minyak naik. Pada sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tinggi karena investor meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Dikutip dari Reuters, indeks Nikkei Jepang turun 2,1%, sedangkan saham Korea Selatan merosot 2,4%. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang juga melemah 0,7%.
Kontrak berjangka Brent naik 1,4% menjadi US$ 89,38 per barel setelah pasukan AS menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak pada Minggu (30/8/2026). Iran kemudian melancarkan serangan terhadap pasukan AS