Kurator Berita YPWIK 27 Agustus 2026 21:37 WITA online: 0
Tentang Hubungi Kami Download Aplikasi dan Bagikan Resume Berita
BNNews Berita Nusantara
Semua Wahdah Agama Pendidikan Tekno Olahraga Ekonomi Kesehatan Nasional Berita Daerah Gaya Hidup Luar Negeri
Kategori
Agama 771 Pendidikan 424 Tekno 579 Olahraga 1397 Ekonomi 2955 Kesehatan 469 Nasional 4953 Berita Daerah 717 Gaya Hidup 72 Luar Negeri 691 Mode Ringan / Cepat Resume
Ringan
Riset Bank: Beban Domestik Batasi Perempuan Mengembangkan Usaha dan Mengakses Keuangan
BN
Riset Bank: Beban Domestik Batasi Perempuan Mengembangkan Usaha dan Mengakses Keuangan

Riset Bank: Beban Domestik Batasi Perempuan Mengembangkan Usaha dan Mengakses Keuangan

24 Agustus 2026 13:58 Kompas - Money Ekonomi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kesempatan perempuan mengembangkan usaha tidak hanya ditentukan oleh akses terhadap modal, pelatihan, maupun layanan keuangan. Beban pekerjaan domestik dan perawatan di rumah tangga turut memengaruhi ruang dan waktu perempuan untuk terlibat dalam kegiatan kelompok usaha dan mengembangkan usahanya. Temuan tersebut terungkap dalam kajian...

JAKARTA, KOMPAS.com - Kesempatan perempuan mengembangkan usaha tidak hanya ditentukan oleh akses terhadap modal, pelatihan, maupun layanan keuangan. Beban pekerjaan domestik dan perawatan di rumah tangga turut memengaruhi ruang dan waktu perempuan untuk terlibat dalam kegiatan kelompok usaha dan mengembangkan usahanya.

Temuan tersebut terungkap dalam kajian “Menuju Model Bisnis Inklusif yang Responsif Gender: Pembelajaran dari Kelompok Subsisten di Indonesia” yang diluncurkan Bank Indonesia (BI) bersama Women’s World Banking dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Jumat (21/8/2026). Peluncuran dilakukan bersamaan dengan Inclusion Talk “Berdaya dan Sejahtera, Perempuan Bisa” dalam rangkaian Karya Kreatif Indonesia 2026.

“Banyak perempuan menghadapi beban kerja

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Daftar Harga Emas 24 Karat Antam, Pegadaian, dan Hartadinata 24 Agustus 2026
BN
Daftar Harga Emas 24 Karat Antam, Pegadaian, dan Hartadinata 24 Agustus 2026

Daftar Harga Emas 24 Karat Antam, Pegadaian, dan Hartadinata 24 Agustus 2026

24 Agustus 2026 13:55 Liputan6 - Bisnis Ekonomi

Liputan6.com, Jakarta - Investor dan masyarakat yang tertarik pada logam mulia dapat menjadikan daftar harga emas 24 karat sebagai acuan penting sebelum melakukan transaksi jual beli. Pada Senin, 24 Agustus 2026, harga emas dari t...

Liputan6.com, Jakarta - Investor dan masyarakat yang tertarik pada logam mulia dapat menjadikan daftar harga emas 24 karat sebagai acuan penting sebelum melakukan transaksi jual beli. Pada Senin, 24 Agustus 2026, harga emas dari tiga produsen utama di Indonesia, yaitu PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Pegadaian (Persero), dan PT Hartadinata Abadi Tbk, menunjukkan variasi yang perlu diperhatikan.

Informasi harga ini dihimpun dari berbagai sumber terpercaya, termasuk Liputan6.com dan situs resmi Hartadinata Abadi, yang menyajikan data terkini untuk berbagai ukuran emas batangan. Memahami pergerakan harga dari masing-masing produsen dapat membantu dalam membuat keputusan investasi yang lebih strategis.

Fluktuasi harga emas

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Dana Cadangan Pangan Bencana Capai Rp1,2 Triliun, NTT Dapat Hampir Rp100 Miliar
BN
Dana Cadangan Pangan Bencana Capai Rp1,2 Triliun, NTT Dapat Hampir Rp100 Miliar

Dana Cadangan Pangan Bencana Capai Rp1,2 Triliun, NTT Dapat Hampir Rp100 Miliar

24 Agustus 2026 13:55 Tribunnews - Terkurasi Ekonomi

TRIBUNNEWS COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan telah menganggarkan dana sebesar Rp1,2 triliun untuk keperluan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bagi masyarakat terutama yang terdampak bencana alam selama 2026. Selain anggaran khus...

TRIBUNNEWS COM, JAKARTA - Pemerintah menegaskan telah menganggarkan dana sebesar Rp1,2 triliun untuk keperluan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bagi masyarakat terutama yang terdampak bencana alam selama 2026.

Selain anggaran khusus bencana alam tersebut, pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran untuk program bantuan pangan beras tahap kedua periode Juli, Agustus, dan September sebesar Rp 17,5 triliun.

"Instrumen program ini dapat dijalankan secara beriringan guna menyokong kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak bencana alam," kata Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy melalui keterangan resminya, Senin (24/8/2026).

Perihal dengan kondisi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa bumi berkekuatan 7,7 skala richter, pemerintah kata

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
BMKG Keluarkan Peringatan Baru, Muncul Titik-Titik Merah Pekat di Jawa
BN
BMKG Keluarkan Peringatan Baru, Muncul Titik-Titik Merah Pekat di Jawa

BMKG Keluarkan Peringatan Baru, Muncul Titik-Titik Merah Pekat di Jawa

24 Agustus 2026 13:55 CNBC Indonesia - News Ekonomi

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan hasil Analisis Dinamika Atmosfer terbaru, untuk periode Dasarian II Agustus 2026. Dalam analisis yang dirilis hari ini, Senin (24/8/2026)...

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan hasil Analisis Dinamika Atmosfer terbaru, untuk periode Dasarian II Agustus 2026. Dalam analisis yang dirilis hari ini, Senin (24/8/2026) itu, BMKG mengonfirmasi, saat ini terjadi El Nino dengan intensitas sangat kuat.

Hal itu ditunjukkan dengan nilai anomali suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature Anomaly/ SSTA) di region Nino3.4 secara dasarian (ENSO bulanan) adalah sebesar +2,99 (Juli: +2,20).

Di saat bersamaan, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) yang menunjukkan fenomena suhu muka air laut di Samudra Hindia, sebesar +0,394 (Juli: +0,242), secara dasarian (indeks bulanan).

BMKG memprediksi, El Nino akan bertahan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
3 Cara Melakukan Pembaruan Data Sosial Ekonomi di DTSEN, Bisa Datang Langsung ke Kantor Desa
BN
3 Cara Melakukan Pembaruan Data Sosial Ekonomi di DTSEN, Bisa Datang Langsung ke Kantor Desa

3 Cara Melakukan Pembaruan Data Sosial Ekonomi di DTSEN, Bisa Datang Langsung ke Kantor Desa

24 Agustus 2026 13:54 Tribunnews - Terkurasi Ekonomi

TRIBUNNEWS.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengusulkan pembaruan data sosial ekonomi secara mandiri. Pembaruan data dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) penting dilak...

TRIBUNNEWS.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengusulkan pembaruan data sosial ekonomi secara mandiri.

Pembaruan data dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) penting dilakukan agar informasi yang tercatat tetap sesuai dengan kondisi terkini.

BPS pun menyediakan sejumlah kanal yang dapat digunakan masyarakat untuk mengusulkan pembaruan informasi sosial ekonomi.

Pembaruan dapat dilakukan melalui aplikasi, dengan mendatangi kantor desa atau kelurahan, maupun melalui laman khusus DTSEN BPS.

Lantas, bagaimana cara mengusulkan pembaruan data sosial ekonomi di DTSEN?

Berikut tiga cara yang dapat dilakukan masyarakat.

Mengutip unggahan akun Instagram resmi BPS, masyarakat dapat mengusulkan pembaruan kondisi sosial

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Apa Arti Desil DTSEN 2026? Ini Penjelasan BPS dan Cara Menentukannya
BN
Apa Arti Desil DTSEN 2026? Ini Penjelasan BPS dan Cara Menentukannya

Apa Arti Desil DTSEN 2026? Ini Penjelasan BPS dan Cara Menentukannya

24 Agustus 2026 13:52 Kompas - Money Ekonomi

KOMPAS.com – Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kini menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam menyusun, menentukan sasaran, hingga mengevaluasi berbagai program. Melalui DTSEN, pemerintah memiliki basis data yang terintegrasi dan terus diperbarui. Data tersebut digunakan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan aga...

KOMPAS.com – Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kini menjadi salah satu rujukan pemerintah dalam menyusun, menentukan sasaran, hingga mengevaluasi berbagai program.

Melalui DTSEN, pemerintah memiliki basis data yang terintegrasi dan terus diperbarui. Data tersebut digunakan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan agar lebih tepat sasaran.

Salah satu informasi yang terdapat dalam DTSEN adalah desil. Istilah ini kerap muncul ketika masyarakat mengecek status data sosial ekonominya, termasuk dalam kaitannya dengan berbagai program bantuan pemerintah.

Lantas, apa sebenarnya arti desil dan bagaimana cara menentukan suatu keluarga masuk desil tertentu?

Apa itu desil dalam DTSEN?

Desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Bos Danantara Sebut Butuh Rp100 T Buat Bersihkan 'Dosa Lama' BUMN
BN
Bos Danantara Sebut Butuh Rp100 T Buat Bersihkan 'Dosa Lama' BUMN

Bos Danantara Sebut Butuh Rp100 T Buat Bersihkan 'Dosa Lama' BUMN

24 Agustus 2026 13:50 CNBC Indonesia - Market Ekonomi

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sedang melakukan perbaikan perusahaan-perusahaan BUMN yang masih mencatat kinerja keuangan negatif. Chief Operating Officer BPI Danantara D...

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sedang melakukan perbaikan perusahaan-perusahaan BUMN yang masih mencatat kinerja keuangan negatif. Chief Operating Officer BPI Danantara Dony Oskaria mengungkapkan, perkiraan biaya dalam melakukan pembenahan sekitar Rp 100 triliun.

"Inilah yang penting kita sampaikan kepada masyarakat bahwa kurang lebih ke depannya ini mungkin akan ada lagi sekitar ya Rp100an triliun lagi untuk menyelesaikan ini. Harapan saya tentu tidak sampai segitu ya," ujarnya saat berbincang dengan CNBC Indonesia, dikutip Senin (24/8/2026).

Dony memaparkan, secara presentase, pihaknya telah menyelesaikan 70% persoalan yang membelenggu pada sejumlah perusahaan pelat merah tersebut. Tinggal 30%

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
IHSG Melemah 0,69 Persen, BBRI, BBCA hingga BYAN Jadi Pemberat
BN
IHSG Melemah 0,69 Persen, BBRI, BBCA hingga BYAN Jadi Pemberat

IHSG Melemah 0,69 Persen, BBRI, BBCA hingga BYAN Jadi Pemberat

24 Agustus 2026 13:49 Kompas - Money Ekonomi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah saat penutupan perdagangan sesi satu, Senin (24/8/2026). Indeks terkoreksi 45 poin atau 0,69 persen ke level 6.480 Pelemahan IHSG terjadi seiring mayoritas sektor saham bergerak di zona merah. Sektor kesehatan (IDX Health) menjadi sektor dengan penurunan paling dalam, yakni 2,31 persen. Kemudia...

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah saat penutupan perdagangan sesi satu, Senin (24/8/2026). Indeks terkoreksi 45 poin atau 0,69 persen ke level 6.480

Pelemahan IHSG terjadi seiring mayoritas sektor saham bergerak di zona merah. Sektor kesehatan (IDX Health) menjadi sektor dengan penurunan paling dalam, yakni 2,31 persen. Kemudian transportasi dan logistik (IDX Trans) turun 1,16 persen.

Sektor keuangan (IDX Finance) juga melemah 0,93 persen, diikuti properti (IDX Property) turun 0,84 persen.

Sementara, sektor barang konsumen primer (IDX Non-Cyclicals) turun 0,29 persen, sektor energi (IDX Energy) turun 0,32 persen, dan sektor teknologi (IDX Techno) turun 0,40 persen.

Sektor

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Pengamat Soroti Tantangan Pembatasan BBM Subsidi ke Konsumen Desil 10
BN
Pengamat Soroti Tantangan Pembatasan BBM Subsidi ke Konsumen Desil 10

Pengamat Soroti Tantangan Pembatasan BBM Subsidi ke Konsumen Desil 10

24 Agustus 2026 13:47 Tribunnews - Terkurasi Ekonomi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana pemerintah membatasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi masyarakat kelompok ekonomi mampu atau Desil 10 kembali menjadi sorotan. Kebijakan tersebut disebut berpotensi menghemat ang...

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana pemerintah membatasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi masyarakat kelompok ekonomi mampu atau Desil 10 kembali menjadi sorotan.

Kebijakan tersebut disebut berpotensi menghemat anggaran subsidi hingga 10 persen, namun penerapannya di lapangan dinilai tidak akan mudah.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai, pembatasan BBM subsidi berdasarkan kelompok desil secara teori dapat menghasilkan penghematan anggaran. Namun, tantangan utama terletak pada mekanisme pelaksanaan dan ketepatan data penerima.

"Meskipun desilnya sudah ditentukan, mestinya ada penghematan begitu ya. Tetapi implementasi di lapangan saya kira yang akan menjadi persoalan," tutur Komaidi kepada Tribunnews.com, Senin (24/8/2026).

Menurut dia, berbagai wacana

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Industri Baja: Perjanjian Perdagangan Bebas Perlu Dibarengi Penguatan Investasi dan Hilirisasi
BN
Industri Baja: Perjanjian Perdagangan Bebas Perlu Dibarengi Penguatan Investasi dan Hilirisasi

Industri Baja: Perjanjian Perdagangan Bebas Perlu Dibarengi Penguatan Investasi dan Hilirisasi

24 Agustus 2026 13:47 Tribunnews - Terkurasi Ekonomi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Implementasi Free Trade Agreement (FTA) dinilai perlu diikuti dengan penguatan industri dalam negeri agar keterbukaan pasar tidak justru melemahkan daya saing industri nasional. Penerapan FTA juga perlu d...

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Implementasi Free Trade Agreement (FTA) dinilai perlu diikuti dengan penguatan industri dalam negeri agar keterbukaan pasar tidak justru melemahkan daya saing industri nasional.

Penerapan FTA juga perlu diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi perekonomian, termasuk dengan memperhatikan dampaknya terhadap investasi, utilisasi industri, tenaga kerja, serta keberlanjutan rantai pasok.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS), Dr. Akbar Djohan, menegaskan pentingnya implementasi FTA yang mampu membuka akses pasar sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

“FTA harus membuka pasar sekaligus memperkuat daya saing industri nasional. Yang perlu kita lihat bukan hanya bagaimana perdagangan menjadi lebih terbuka,

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Pelaku UMKM Berbasis Kelapa Sawit Didorong Berani Masuk Pasar Internasional
BN
Pelaku UMKM Berbasis Kelapa Sawit Didorong Berani Masuk Pasar Internasional

Pelaku UMKM Berbasis Kelapa Sawit Didorong Berani Masuk Pasar Internasional

24 Agustus 2026 13:45 Tribunnews - Terkurasi Ekonomi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hilirisasi kelapa sawit membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas akses ke pasar ekspor. Pengembangan produk turunan s...

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hilirisasi kelapa sawit membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas akses ke pasar ekspor.

Pengembangan produk turunan sawit berorientasi ekspor dapat menjadi salah satu strategi mewujudkan industri sawit nasional yang berkelanjutan.

Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eisha Maghfiruha Rachbini, mengatakan potensi pengembangan UMKM berbasis kelapa sawit di Indonesia sangat besar. Ia mengatakan, para pelaku UMKM dapat mengembangkan berbagai produk turunan sawit mulai dari bidang pangan (oleofood), bahan kimia (oleochemical), hingga bioenergi.

Hingga saat ini program hilirisasi kelapa sawit telah menghasilkan lebih dari

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Punya Tambang Bawah Tanah Baru, Freeport Kocek Rp72 Triliun!
BN
Punya Tambang Bawah Tanah Baru, Freeport Kocek Rp72 Triliun!

Punya Tambang Bawah Tanah Baru, Freeport Kocek Rp72 Triliun!

24 Agustus 2026 13:45 CNBC Indonesia - News Ekonomi

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyiapkan investasi senilai Rp 72 triliun untuk mengembangkan tambang bawah tanah baru yakni Kucing Liar, distrik mineral Grasberg, Papua Tengah. Proyek tersebut disiapkan un...

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyiapkan investasi senilai Rp 72 triliun untuk mengembangkan tambang bawah tanah baru yakni Kucing Liar, distrik mineral Grasberg, Papua Tengah. Proyek tersebut disiapkan untuk jangka panjang operasional perusahaan guna menjaga stabilitas produksi konsentrat tembaga dan emas nasional.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas memaparkan kemajuan pengembangan infrastruktur di area tambang baru tersebut. Ia menegaskan perusahaan terus berkomitmen meningkatkan nilai investasi guna membangun fondasi keberlanjutan bagi industri pertambangan di tanah air.

"Kucing Liar ini sekarang sedang kita develop terus rencana akan mulai kita tambang di 2029. Tadinya di 2028 tapi kita undur setahun itu

.....selengkapnya

Baca Sumber Asli
Bagikan WhatsApp
Prev 1 ... 194 195 196 197 198 ... 247 Next

Berita Nusantara adalah kurator berita berbasis RSS. Semua berita mencantumkan sumber asli dan tidak diklaim sebagai liputan langsung.

Pengunjung hari ini: 7

YPWIK@2026